Desain Penelitian Mengenai Prospek Bisnis E-commerce di Indonesia Dan Strategi Terbaik untuk Mengembangkan Bisnis E-commerce di Indonesia
Oleh Vinni Maulidina Rahmawati
The 5th Institut Pertanian Bogor Mathematics Challenge 2016
ESAI
A. Masalah Penelitian
1. Bagaimana desain riset ideal untuk mengetaui prospek bisnis e-commerce di Indonesia?
2. Bagaimana strategi terbaik untuk perusahaan Korea BEFE agar dapat menjalankan bisnis e-commerce di Indonesia?
B. Tujuan penelitian
1. Mengetahui desain riset ideal untuk mengetaui prospek bisnis ecommerce di Indonesia
2. Mengetahui strategi terbaik untuk perusahaan Korea BEFE agar dapat menjalankan bisnis e-commerce di Indonesia
C. Penentuan hipotesis
Grafik di bawah ini menunjukkan pertumbuhan bisnis e-commerce di berbagai wilayah di Asia.
Dari data tersebut, penulis dapat mengetahui pertumbuhan pada tiap tahunnya, yaitu sebagai berikut:
Walaupun jumlah penjualan di Indonesia masih rendah dibanding negara lainnya, namun perkembangan bisnis e-commerce Indonesia cukup pesat. Hal ini yang menyebabkan penulis memiliki hipotesa bahwa bisnis ecommerce di Indonesia sangat prospek ke depannya.Selain itu, berdasarkan survey oleh APJII dan Puskakom, 49,0% pengguna internet di Indonesia berusia 18-25 tahun. Penulis menilai bahwa perusahaan bisnis e-commerce di Indonesia akan dapat berkembang jika dapat memenuhi kebutuhan pasar masyarakat usia 18-25 tahun.
D. Penentuan Metode dan Teknik Pengumpulan Data
1. Populasi survey ini adalah seluruh warga Indonesia pengguna internet berusia minimal 15 tahun, sebagai batas usia seseorang telah memahami penggunaan internet.
2. Metode sampling yang digunakan adalah proportional stratification sampling. Sampel distratifikasi menjadi pulau besar yang terdapat di Indonesia, yang berjumlah 5 buah. Penulis menilai, perbedaan pulau dapat pula menjadi pembeda terhadap karakteristik penggunaan internet, khususnya e-commerce
3. Survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online yang berisi pertanyaan-pertanyaan tentang perilaku e-commerce. Pertanyaan dalam survei ini dikembangkan berdasarkan konsep Zhou et al (2007) mengenai Consumer Factors related to Online Shopping. Dalam kuesioner dibagi dalam dua bagian utama. Pertanyaan pada bagian pertama ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor demografi yang mempengaruhi kegiatan ecommerce. Dengan demikian, bagian pertama kuesioner ini berisi pertanyaan mengenai data demografis responden yang meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan tingkat pendapatan. Bagian kedua kuesioner terdiri dari pertanyaan-pertanyaan tertutup yang jawabannya akan menggambarkan kegiatan e-commerce.
E. Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian
Adanya keterbatasan database penduduk pengguna internet membuat jumlah sampel dalam survei ini dihitung berdasarkan jumlah penduduk. Selanjutnya jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin dengan sampling error sebesar 5%. Dengan jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 255461700 orang, maka jumlah sampel yang harus diambil pada survei ini adalah 400 orang pengguna internet. Untuk menghindari non sampling error, maka peneliti menambahkan target sampel sebanyak 50 orang.
F. Cara Menganalisis Data
Untuk menjawab tujuan kegiatan survey ini yaitu mendapatkan mengetahui prospek bisnis e-commerce tentang perilaku pengguna internet dalam melakukan belanja online, maka data dianalisis melalui metode statistika deskriptif. Analisis statistika deskriptif dilakukan dengan meringkas dan menyajikan data dalam bentuk tabel dan grafik.
G. Strategi Terbaik untuk Berinvestasi E-commerce di Indonesia
1. Data riset dari Nielsen menyatakan bahwa 60% orang Indonesia masih takut untuk memberikan informasi kartu kredit mereka di internet untuk belanja online, lebih besar dari negara-negara di Asia Tenggara kecuali Filipina. Penyebab orang Indonesia belum pernah belanja online adalah masalah ketidakpercayaan. Sehingga, untuk seluruh perusahaan ecommerce yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia, harus dapat menjamin privasi konsumen tersebut aman dan tidak disalahgunakan.
2. Perusahaan e-commerce harus mampu membuat konsumen merasa nyaman dalam hal pembayaran. Perbedaaan bank antara penjual dan konsumen dapat membuat konsumen merasa tidak nyaman. Perusahaan ecommerce dapat membuat sistem pembayaran terdapat pada semua jenis bank. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi konsumen untuk tidak berbelanja online.
3. Berdasarkan survey oleh APJII dan Puskakom, 49,0% pengguna internet di Indonesia berusia 18-25 tahun. Dari data ini, penulis melihat bahwa perusahaan e-commerce yang ingin mengembangkan usahanya di Indonesia, perlu melihat trend yang ada. Perusahaan e-commerce perlu mengetahui kebutuhan orangorang berusia 18-25 tahun dan harus dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Ketika produuk yang dijual dapat memenuhi kebutuhan pasar, maka tak dapat dipungkiri bahwa perusahaan tersebut akan berkembang.
4. Dari hasil survey nantinya, akan terlihat kegiatan belanja online orang Indonesia dari 5 pulau besar di Indonesia. Perusahaan e-commerce dapat mempertimbangkan pendirian perusahaan di pulau yang memiliki tingkat kebiasaan belanja online cukup tinggi. Selain itu, pendirian perusahaan ecommerce juga perlu melihat karakteristik masyarakat dari pulau tersebut. Dengan melihat prospek bisnis e-commerce di pulau tersebut, maka perusahaan tersebut dapat berkembang.
DAFTAR PUSTAKA
Zhou, L., Liwei, D. dan Dongsong, Z. 2007. Online Shopping Acceptance Model- A Critical Survey of Consumer Factors in Online Shopping. Journal of Electronic Commerce Research, VOL 8, NO.1, 2007.
http://rakim-ypk.blogspot.com/2008/06/desain-penelitian.html (diunduh pada tanggal 14 September 2015)
Nielsen. 2010. Global Trends in Online Shopping. A Nielsen Global Consumer Report, June 2010. The Nielsen Company
Nielsen. 2010. Global Trends in Online Shopping. A Nielsen Global Consumer Report, June 2010. The Nielsen Company


